Income atau penghasilan merupakan hal yang krusial dalam hidup kita, bahkan selalu dinanti-nantikan setiap harinya. Bagaimana tidak, dari penghasilanlah kita hidup, dari penghasilan kita bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari  bahkan sebelum menerima penghasilan, daftar pengeluaran sudah antri jauh-jauh hari. Kebanyakan orang mendahulukan belanja kebutuhan konsumsi keluarga, melunasi hutang, membeli barang-barang yang belum tentu dibutuhkan, dan sebagainya, baru memikirkan tabungan dan sedekah. Lalu, bagaimana mengolah penghasilan kita agar uang kita tidak berhamburan? Untuk lebih jelasnya, yuk pahami 4 pos yang wajib kamu penuhi menurut Heppy Trenggono seorang pendiri sekaligus ceo Balimuda group

1. Sedekah Minimal 10% dari Penghasilan

Di pos pertama Anda harus melakukan sedekah dari hasil penghasilan yang diperoleh. Banyak sedikitnya penghasilan yang kita peroleh, dalam keadaan lapang ataupun sempit, kita harus menyisihkan minimal 10% dari penghasilan kita untuk bersedekah. Tak ada yang berpendapat bahwa dengan bersedekah akan membuat kita miskin, justru dengan bersedekah akan melipatgandakan harta dan memberikan kelapangan.

2. Menabung Miniman 10% dari Penghasilan

Alokasikan dana yang kita peroleh untuk mengisi tabungan. Dalam hal ini, fungsi tabungan untuk melakukan investasi. Saat kita mendapatkan peluang untuk berinvestasi, dana ini baru dikeluarkan. Bukan uang tabungan yang dikumpulkan untuk kebutuhan yang lain, apalagi untuk hura-hura.  Begitu mendapat income (penghasilan) berapapun besarnya, maka hal yang perlu dilakukan adalah memotong 10% untuk tabungan investasi. Tabungan investasi adalah ini adalah tiket untuk menjadi kaya di masa depan.

3. Alokasi Pelayanan Keluarga

Lazimnya, seseorang membangun bisnis bertujuan untuk memberikan kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, namun kenyataannya banyak yang kehilangan keluarga gara-gara bisnis.  Saat keuangan perusahaan baik, Anda lupa untuk membangun keluarga. Saat keuangan perusahaan semrawut, keluarga Anda ikut terseret dalam masalah. Pastikan dalam kondisi apaupun bisnis yang kamu bangun, keluarga Anda dalam keadaan yang baik. Stabilitas keluarga adalah energi yang sangat besar bagi Anda untuk membangun apapun, demikian pula sebaiknya.

4. Necessity

Necesity adalah kebutuhan kita sehari-hari, mulai dari rumah tangga, membayar tagihan, utang dan segala rupa pengeluaran yang tidak termasuk dalam sedekah, tabungan investasi maupun pelayanan keluarga. Dalam kondisi apapun hidup Anda saat ini,  necessity harus berada di urutan terakhir.

 

Sumber :
Ir. H Heppy Trenggono, M.Kom, 9 Pertanyaan Fundamental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *